Thursday, 29 May 2014
Rokok ku sayang, engkau membunuh ku
Rokok,,,.,. ya itu sejarah, mngkin fenomena, yang pastinya bukan drama.,.,.,.
Kisah sebatang berkepala merah membara ini, selalu jadi topik, dan sekarang yang lebih kerennya lagi, d bungkusnya atau dikotaknya sudah berganti judul, yang dulunya merokak dapat mengakibatkan erangan bla.. bla dan bla, tapi sekarang sudah berganti
"MEROKOK MEMBUNUH MU"
tapi kalimat itu jg masih dianggap rancu bg penikmat rokok ini
,,, yang pastinya anggapan mereka terkadang benar jg
(merokok itu membunuh mu, bukan membunuh ku!!!)
tertawa sajalah mendengar kalimat itu,
Anehnya lagi, semua orang tua itu melarang anaknya atau anggota keluarganya untuk merokok,
Namun
secara tidak langsung mereka malah mengajarkan untuk merokok, koq bs.. ??? hehehe
ya iyalah
lhat tuh, bnyak kita jumpai bapak-bapak or yang lainnya malah menyuruh anaknya untuk membeikannya rokok, bukankah itu secara tidak langsung mengajarkan si anak bagaimana cara membeli rokok
bagi pecinta rokok, pandangan itu pasti salah lagi,, hehehe
coba pikir, pertama si anak baru tau cara membeli rokok, perlahan mereka akan dengan pedenya membeli rokok untuk dikonsumsi,,,
adalagi argument yang tidak kalah anehnya lagi,
Merokok membunuh mu, mereka malah berpandangan "Merokok atau tidak mereka pasti mati, jadi y merokok saja", y itu benar tp kebanyakan yang merokok matinya lebih dulu dan yg pastinya akan mengalami penyakit ini dan itu,
banyak pesan or kalimat peringatan bahaya merokok, tapi itu semua hanya dianggap bualan,
mengapa demikian, karena alam bawah sadar telah memprogram pikiran bahwa rokok itu nikmat, dan alam bawah sadar itu kita ketahui akan lebih berpengaruh dibandungkan alam sadar,.,,.,,.,.,.
yang pastinya tanam kan dalam diri (alam bawah sadar =subconscious)
Rokok itu nikmat bagi anda, Bahaya bagi yang tercinta (Keluarga & orng sekitar)
Matikan Rokok anda, Sebelum Rokok Mematikan Anda,,.,.,
Monday, 5 May 2014
Hidayah dari sosok panutan
y... mngkin sebuah kalimat yang sangat halus
yang disusun oleh "bapak" ane, yang tertuju untuk ane
tapi kalimat itu sagat mmbuat ane berpikir,.
khidupan ini tidak berakhir sampai di sebuah titik
bahkan kehidupan itu tak akan pernah ada akhirnya
dengan hasil yang sllu mnjd target,
dan kesuksesan adalah parameterny
yang disusun oleh "bapak" ane, yang tertuju untuk ane
tapi kalimat itu sagat mmbuat ane berpikir,.
khidupan ini tidak berakhir sampai di sebuah titik
bahkan kehidupan itu tak akan pernah ada akhirnya
dengan hasil yang sllu mnjd target,
dan kesuksesan adalah parameterny
Terdiam sejenak dan tersipu malu dengan keadaan dan hasil yang belum
bisa ane capai yang membuat bangga sosok yang menjadi panutan bg
ane,.,.,.
bangga bginya, bkan dengan hasil yang sampai dsini, sampai dititik ini
tapi hasil yang kekal dan berlanjut dengan sejuta perjuangan
yang bisa melampaui kesuksesan dan keberhasilan terhadap apa yang ia capai saat ini, satu kalimat lg driny yang saya terjemahkan "Kesuksesan saya bukan sampai disini, karena kesuksesan itu tdk ada batas"
>>>7
bangga bginya, bkan dengan hasil yang sampai dsini, sampai dititik ini
tapi hasil yang kekal dan berlanjut dengan sejuta perjuangan
yang bisa melampaui kesuksesan dan keberhasilan terhadap apa yang ia capai saat ini, satu kalimat lg driny yang saya terjemahkan "Kesuksesan saya bukan sampai disini, karena kesuksesan itu tdk ada batas"
>>>7
Sunday, 20 April 2014
Renungan dari Sifat Kepiting
Semua pasti tahu dengan salah satu hewan yang hidup di air ini, namanya kepiting, hewan ini merupakan santapan yang sangat nikmat dengan harga yang luar biasa mahal, hehehe
Kepiting yang ditangkap oleh pemburu dimasukkan kedalam sebuah baskom, dan mereka akan sellu berusaha untuk meloloskan diri, namun pemburu kepiting yang mengerti dengan sifat kepiting akan tenang mengatasi masalah ini,...
karena setiap ada kepiting yang berusaha untuk meloloskan diri dari baskom, maka kepiting yang lainnya akan berusaha menjepit dan menarik kepiting tersebut, sehingga selalu gagal dalam meloloskan diri.
Begitu pula dalam kehidupan ini…
tanpa sadar kita juga terkadang
menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika
teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai,
jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang tidak benar.
Apalagi di dalam bisnis atau hal
lain yang mengandung unsur kompetisi,
sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin
nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri
kita sendiri.Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.
Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.
Tanda-tanda seseorang terjangkit sifat kepiting:
- Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak.
- Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan.
- Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.
Jika kita pikir, bukankah lebih
baik jika kepiting-kepiting itu saling tolong-menolong untuk dapat keluar
dari baskom?
namun yahhhh… memang dibutuhkan jiwa yang besar
untuk melakukannya… Coba pikirkan berapa banyak waktu dan energi yang digunakan untuk mencari kesalahan orang lain dan berfikir untuk menjatuhkan orang lain, alangkah baik nya waktu tersebut digunakan untuk mengembangkan kemampuan diri agar menjadi pemenang yang mutlak
Cerita ini terinsfirasi dari cerita yang saya baca di www.termotivasi.com
>>>7
Thursday, 17 April 2014
Sarjana muda[H]
Senang, gembira, suka cita, dinanti, semua rasa bahagia itu terlukis dalam benak dan raut wajah, namun dilain pihak kegundahan itu tetap ada dan rasa resah itu tentu hadir, dalam renungan timbul pertanyaan sakral yang tentu akan hadir bagi setiap mahasiswa
1. Sudah layakkah menjadi seorang sarjana?
2. Apa yang telah saya kuasai menjadi seorang sarjana?
3. Sudah seberapa besar ilmu yang saya miliki?
4. Manfaat apa yang bisa saya tebar sebagai seorang sarjana?
5. Sudah siapkah saya terjun dalam dunia berbangsa dan bernegara?
6. Bisakah menjadi teladan dalam masyarakat?
7. Lapangan pekerjaan apa yang saya miliki dalam memberdaya masyarakat?
8. sudah siapkah mengaplikasikan profesi yang saya jalani dikampus?
9. Sudah siapkah menjadi pemimpin baik utk dri sendiri, keluarga dan masyarakat?
Pertanyaan itu sungguh membuat pusing mahasiswa yang sadar akan peranya sebagai sarjana, karena title sarjana itu bukan hanya penambahan huruf dalam nama, namun mengemban amanah yang begitu besar, baik untuk pribadi maupun lingkungan sekitar, untuk menjadi sarjana itu mudah, namun untuk menjadi sarjana yang siap dan sadar peranya itu butuh pemahaman yang jelas dengan kesadaran terhadap ilmu yang dia punya, karena sekali lagi saya katakan ilmu itu amanah,,,... sudah banyak contoh sarjana yang hidupnya tidak sesuai dengan title yang dia punya, bahkan ada juga yang malah MALU untuk menyebutkan title nya karena dirinya dan hidupnya tidak sesuai dengan title itu sendiri,,,
Sekarang kita selayaknya bertanya pada diri sendiri SARJANA dengan umur yang masih MUDA atau hanya menjadi SARJANA MUDAH (yang penting sarjana)???
Karena jika benar "Sarjana" pasti dan jelas pertanyaan diatas mampu dijawab dengan tegas
Namun jika sarjana MUDAH, ya.... mudah putus asa serta mudah bingung menjalani hidup
saya harap kita semua tidak tergolong orang yang malu dengan title itu sendiri
Karena title itu simbol, dan aplikasi dari title itu merupakan parameter kelayakan title itu sendiri
Sedikit pesan dari saya, untuk saya pribadi dan untuk kita semua (khususnya rekan2 satu almamater)
Bagi yang masih asal-asalan kuliah, asal-asalan mengerjakan dan mengumpulkan tugas, segera perbaiki sikap mental yang seperti itu, Ubahlah menjadi sikap belajar yang lebih tangguh, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, cari berkah dari setiap ilmu yang didapat, terus asah kecakapan diri sendiri, tebarlah kebaikan dan manfaat diri, karena penyesalan itu akan hadir bagi yang terlena dengan kesenangan yang tidak bermanfaat,
Jadikan diri kita semua sebagai SARJANA yang benar layak menjadi teladan bagi masyarakat
>>>>>7
http://nedfer.blogspot.com/
1. Sudah layakkah menjadi seorang sarjana?
2. Apa yang telah saya kuasai menjadi seorang sarjana?
3. Sudah seberapa besar ilmu yang saya miliki?
4. Manfaat apa yang bisa saya tebar sebagai seorang sarjana?
5. Sudah siapkah saya terjun dalam dunia berbangsa dan bernegara?
6. Bisakah menjadi teladan dalam masyarakat?
7. Lapangan pekerjaan apa yang saya miliki dalam memberdaya masyarakat?
8. sudah siapkah mengaplikasikan profesi yang saya jalani dikampus?
9. Sudah siapkah menjadi pemimpin baik utk dri sendiri, keluarga dan masyarakat?
Pertanyaan itu sungguh membuat pusing mahasiswa yang sadar akan peranya sebagai sarjana, karena title sarjana itu bukan hanya penambahan huruf dalam nama, namun mengemban amanah yang begitu besar, baik untuk pribadi maupun lingkungan sekitar, untuk menjadi sarjana itu mudah, namun untuk menjadi sarjana yang siap dan sadar peranya itu butuh pemahaman yang jelas dengan kesadaran terhadap ilmu yang dia punya, karena sekali lagi saya katakan ilmu itu amanah,,,... sudah banyak contoh sarjana yang hidupnya tidak sesuai dengan title yang dia punya, bahkan ada juga yang malah MALU untuk menyebutkan title nya karena dirinya dan hidupnya tidak sesuai dengan title itu sendiri,,,
Sekarang kita selayaknya bertanya pada diri sendiri SARJANA dengan umur yang masih MUDA atau hanya menjadi SARJANA MUDAH (yang penting sarjana)???
Karena jika benar "Sarjana" pasti dan jelas pertanyaan diatas mampu dijawab dengan tegas
Namun jika sarjana MUDAH, ya.... mudah putus asa serta mudah bingung menjalani hidup
saya harap kita semua tidak tergolong orang yang malu dengan title itu sendiri
Karena title itu simbol, dan aplikasi dari title itu merupakan parameter kelayakan title itu sendiri
Sedikit pesan dari saya, untuk saya pribadi dan untuk kita semua (khususnya rekan2 satu almamater)
Bagi yang masih asal-asalan kuliah, asal-asalan mengerjakan dan mengumpulkan tugas, segera perbaiki sikap mental yang seperti itu, Ubahlah menjadi sikap belajar yang lebih tangguh, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, cari berkah dari setiap ilmu yang didapat, terus asah kecakapan diri sendiri, tebarlah kebaikan dan manfaat diri, karena penyesalan itu akan hadir bagi yang terlena dengan kesenangan yang tidak bermanfaat,
Jadikan diri kita semua sebagai SARJANA yang benar layak menjadi teladan bagi masyarakat
>>>>>7
http://nedfer.blogspot.com/
Aves
Aves (burung) berasal dari kata Latin yang dipakai sebagai nama kelas, dan “Ornithology” berarti ilmu yang mempelajari tentang burung. Definisi aves (burung) adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal). Kaki pada aves (burung) digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang (dengan selaput interdigital). Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.
Aves menjalani hidup relatif di darat. Sebagian spesies mendiami pohon-pohon. Jenis tertentu, seperti penguin, hidup di daratan kutub utara namun mencari makanan dengan berenang di laut. Jenis lainnya juga mencari makanan di danau dan perairan tawar lain.
Ciri-ciri Aves
1. Suhu tubuh tidak dipengaruhi lingkungan (Homoiterm)
2. Secara umum memiliki bulu
3. Bernapas dengan paru-paru
4. Memiliki Pundi-pundi udara (Sakus pneumatikus)
5. Mulut tidak bergigi
6. Peredaran darah tertutup
7. Ovipar
8. Kulit kaki bersisik (Tasometatarsus)
9. Memiliki Sayap
Secara Umum tubuh Aves ditutupi oleh bulu.
Menurut letaknya terdiri dari
1.Remiges : Bulu besar (Sayap)
2. Rectrices : Bulu ekor
3. Tectrices : Bulu kecil (Seluruh tubuh)
4. Parapterum : Disekitar Bahu
5. Alula : Pada Jari-jari sayap
Menurut Susunan atau bentuk
1. Filoplumae (Bulu kecil)
2. Plumulae
3. Plumae (Bulu Sempurna)
Sistem gerak
Anggota gerak terdiri dari dua pasang, sepasang untuk terbang dan sepasang untuk berjalan, bertengger dan berenang
Sistem Pencernaan
Mulut ---> Kerongkongan --> Tembolok --> Lambung kelenjar --> Empedal --> Usus halus --> Usus besar--> Kloaka/ anus
Sistem peredaran darah
Paru-paru --> Serambi kiri --> bilik kiri --> Seluruh tubuh --> Serambi kanan --> bilik kanan --> Paru-paru
Sistem pernapasan
Pernapasan pada aves menggunakan paru-paru dan dibantu oleh pundi-pundi udara ( Sakus Pneumatikus)
Fungsi Pundi-pundi udara
1. Membantu pernapasan saat terbang
2. Menyimpan cadangan oksigen
3. Memperbesar/memperkecil berat jenis tubuh saat berenang
4 Mencegah hilangnya panas tubuh yang berlebih
4 Mencegah hilangnya panas tubuh yang berlebih
Tuesday, 15 April 2014
Cinta yang Agung
Adalah Ketika Kamu Menitikkan Air Mata
Dan Masih Peduli Terhadapnya..
Adalah Ketika Dia Tidak
Mempedulikanmu Dan Kamu Masih
Menunggunya Dengan Setia..
Adalah Ketika Dia Mulai Mencintai
Orang Lain
Dan Kamu
Masih Bisa Tersenyum Sembari Berkata
‘Aku Turut Berbahagia Untukmu’
Apabila Cinta Tidak
Berhasil…Bebaskan Dirimu…
Biarkan Hatimu Kembali
Melebarkan Sayapnya
Dan Terbang Ke Alam Bebas Lagi ..
Ingatlah…Bahwa Kamu Mungkin Menemukan Cinta
Dan Kehilangannya..
Tapi..Ketika Cinta Itu Mati..Kamu
Tidak Perlu Mati
Bersamanya…
Orang Terkuat Bukan Mereka Yang
Selalu
Mereka Jatuh
(Kahlil Gibran)
(Kahlil Gibran)
Nelumbo nucifera
Semoga video ini bisa menjadi salah satu referensi dan pengetahuan, untuk penyempurnaan sangat diharapkan kritik dan saran
untuk link youtube bisa klik disini :>> http://www.youtube.com/watch?v=nEY1ISWgZY0
Thursday, 10 April 2014
Masalah adalah Hadiah
Bila anda menganggap masalah
sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda
menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun,
masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan
tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju
kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk
kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan.
Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat
diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan
pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika
mereka (induk elang) melempar anak-anakny dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu
menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, jahat dan pandangan negatif lainnya sehingga mereka menjerit ketakutan.
Beberapa saat kemudian, bukan kematian yang mereka temui, namun kesejatian
diri sebagai elang, yaitu terbang.
Bila anda tidak mengatasi masalah, maka anda tidak akan menjadi seseorang yang sejati.
>>>7
>>>7
Subscribe to:
Posts (Atom)


