Ads 468x60px

Friday, 7 November 2014

Kesempatan Tersembunyi



Bila kita tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya kita melihat lagi langkah kita.
Jangan-jangan kita tak mengalah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan.
Kesalahan menuntun kita untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin kita untuk mengambil tindakan yang lebih baik.
Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus kita kerjakan.
Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa kita. Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.
Colombus melakukan “kesalahan” yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika.
Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti “kesalahan” tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka.
Masihkah kita menganggapnya sebagai kesalahan?

Cita-Cita Terbesar



Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan.
Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyikapi segala rahasia dalam kehidupan.
Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita.
Setiap hembusan nafas, detak jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.
Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu.
Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain.
Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam mensikapinya.
Ada yang berjuang untuk melewatinya dengan membunuh waktu.
Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang ia punya.
Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman.
Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Satu jiwa dala raga yang berbeda (Sahabat)



Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan.
Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.
Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.
Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.

Ikan dan Air



Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”
Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”
Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Hanya Sementara



Adakalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup terasa penuh kepedihan dan keluh kesah.
Namun pada saatnya jua tibalah masa kegembiraan, yang membuta hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita basah dengan senyuman.
Sesungguhnya kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, keriangan, dan emosi-emosi lain hanyalah sementara. Sebagaimana sesaatnya malam ditelan siang.
Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda kita. Semua itu datang silih berganti, tanpa dapat selalu dinanti.
Yang perlu kita pahami adalah kesementaraan ini.
Kesementaraan menunjukkan bahwa emosi-emosi itu bukanlah milik kita.
Ia hanya sebuah tawaran dari alam yang menuntun tindakan dan sikap kita Ia bukanlah kita.
Saat gembira sadarilah kegembiraan itu.
Saat sedih, pahamilah kesedihan itu. Saat kita penuh dengan kesadaran akan emosi kita , saat itu kita bersentuhan dengan jiwa yang tenang milik kita.

Friday, 24 October 2014

Bijaksana Memandang Kekayaan

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan untuk memperlihatkan kemiskinan yang ada di perkampungan,
mereka menginap beberapa hari dikampung tersebut.

Saat perjalanan pulang,
sang anak berkata , wahhh... sangat luar biasa....
iya begitulah kemiskinan yang hidup di kampung, sang ayah menjawab

sang ayah bertanya kepada anaknya,
pelajaran apa yang didapat dari perjalanan kali ini

sang anak dengan tegas menjawab

saya saksikan bahwa kita punya satu anjing, dan mereka punya banyak anjing

kita punya kolam renang yang luasnya hingga ketaman, dan mereka punya telaga dan danau yang tak terbatas

kita mengimpor lampu dan lentera untuk taman kita, dan mereka punya bintang-bintang yang menghiasi malamnya

kita memiliki taman yang luas, mereka memiliki cakrawala secara utuh

kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal, dan mereka memiliki ladang yang melampaui batas pandangan kita

kita punya pelayan yang melayani kita, tapi mereka saling melayani antar sesama

kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkan sendiri

kita mempunya tembok untuk melindungi kekayaan kita, tapi mereka memiliki sahabat yang saling melindungi

Mendengar itu sang ayah tidak mampu berbicara lagi

kemudian sang anak menambahkan
"Terimakasih ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita"

Monday, 20 October 2014

Negeri kahyangan di sisi Kota Palembang


Palembang merupakan kota besar yang kaya akan aliran sungai oleh karena itu Palembang disebut juga dengan Batanghari, selain itu wilayah Palembang kaya akan kawasan rawa gambut yang terhampar disisi tiap jalan wilayah Palembang-Indralaya, hijaunya kawasan rawa gambut menjadi panorama tersendiri yang indah untuk dinikmati mata dan memberikan kesegaran bagi penduduknya.
         Kini semua keindahan itu tinggal menjadi cerita, sebagian besar wilayah hutan rawa gambut Palembang terbakar. Hal ini diakibatkan 2 faktor yang paling berpengaruh, pertama faktor iklim, dimana iklim saat ini tidak menentu, hujan diwilayah Palembang seakan2 menjadi primadona yang ditunggu-tunggu kehadirannya, namun sayangnya hujanpun tak kunjung datang dan suhu panas semakin tinggi, sehingga menyebabkan kebakaran hutan yang sangat luar biasa. Faktor kedua Manusia, ini merupakan faktor yang sangat besar karena ulah manusia yang tidak sadar akan lingkungan dan pemikiran yang ingin kesenangan sendiri dengan sengaja membakar kawasan rawa gambut, hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kepentingan pribadi untuk membuka lahan dengan sengaja membakar hutan sehingga kebakaran tersebut seakan-akan disebabkan oleh alam.

Monday, 13 October 2014

Arti Kehidupan



Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa.
Cara Seo Blogger